Mitos Penempatan Ban Baru
Perhatikan deh. Setiap kali Anda membeli sepasang ban baru, montir bengkel akan menyarankan untuk memutar posisi ban. Ia akan meminta agar sepasang ban baru ditaruh di poros depan, sementara sepasang ban lama ditaruh di poros belakang. Alasannya, karena ban depan berfungsi sebagai pengatur arah kendaraan, sehingga membutuhkan ban terbaik. Katanya makin baru ban di depan, makin aman.
Sebenarnya ini tidak melulu benar. Traksi optial di bagian depan lantaran menggunakan ban baru cenderung menyebabkan mobil mengalami gejala oversteer, atau bahasa kerennya, ngesot. Ini disebabkan karena daya cengkeram ban belakang lebih buruk daripada ban depan.
Kalau kondisinya dibalik, dengan ban baru ditaruh di poros belakang, Anda akan berpikir gejala understeer yang akan terjadi. Namun gejala ini akan sukar terjadi karena pengemudi bisa mendeteksinya sejak awal. Antisipasi gejala understeer lebih mudah dilakukan daripada oversteer. Itulah makanya, mengapa pemasangan ban baru lebih baik ditaruh di poros belakang daripada depan.









ban baru disimpen di depan, karena biasanya ban baru perlu penyesuaian dulu.. dan, penyesuaian di depan itu lebih cepet daripada di belakang..
plus lagi, ada salah satu anggapan kalo disimpen di depan adalah buat nguatin daya cengkram rem mobil..
mungkin pertimbangannya keselamatan. ban depan yg gundul atau meletus lebih bahaya daripada ban belakang gundul atau meletus. jadi ban depan dikasih yang lebih baru.