Ibu Hamil Nggak Perlu Takut Menyetir
Sejak Mei 2005 Dirjen Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah mewajibkan safety belt untuk setiap pengendara mobil, dan orang yang duduk di sampingnya. Tentunya ini berlaku pula untuk para ibu hamil. Hanya saja, apakah aman ibu hamil mengenakan safety belt?
Tentu saja aman. Justru lebih bahaya jika tidak memakainya. Cara paling aman melindungi bayi adalah dengan melindungi diri Anda terlebih dahulu. Safety belt harus terikat kencang. Posisikan sabuk pengaman di bawah perut dan menyilang di paha bagian atas. Jangan memasangnya persis di atas perut, karena bila terjadi kecelakaan, kejutan kencang dari safety belt malah akan mencelakakan janin.
Atur juga sabuk pengaman bagian atas agar terikat kencang di antara dada Anda. Jangan taruh sabuk di belakang punggung atau di belakang lengan Anda. Lebih jelasnya bisa dilihat di gambar samping ini. Bila Anda menyetir, atur posisi bangku Anda sejauh mungkin dari setir kemudi dan dashboard, namun telapak kaki Anda masih bisa dengan nyaman menyentuh pedal gas dan rem.
Bila Anda mengalami kecelakaan, bahkan kecelakaan minor sekalipun, dan Anda merasa tidak apa-apa, tetap segerakan cek kondisi tubuh Anda, untuk memastikan Anda dan bayi yang Anda kandung tetap aman.









ah ya.. tapi susah menjaga posisi abdan tetep steady kayak gitu… pasti ada saatnya seat belt bergeser-geser. ini yang bikin risih…
@chic, biasanya sih yg bikin suka bergeser2 karena badan gak menempel langsung dengan sabuknya. Jadi hindari pake jaket, sweater, atau apapun yg tebal.
[...] keselamatan Anda dan bayi Anda. Tips mengenakan sabuk pengaman untuk ibu hamil bisa Anda baca di artikel sebelumnya. Bookmark artikel ini [...]